Klasifikasi gaya kepemimpinan disuatu perusahaan
Pengertian Kepemimpinan
Sumber :
https://www.kompasiana.com/rudisalamsinulingga/54f79ceca33311df1d8b4583/gaya-gaya%20kepemimpinan
Secara harfiah kepemimpinan atau
leadership berarti adalah sifat, kapasitas dan kemampuan seseorang dalam
memimpin. Arti dari kepemimpinan sendiri sangat luas dan bervariasi berdasarkan
para ilmuwan yang menjelaskannya. Menurut Charteris-Black (2007), definisi dari
kepemimpinan adalah “leadership is process whereby an individual influence a
group of individuals to achieve a common goal”. Kepemimpinan adalah sifat dan
nilai yang dimiliki oleh seorang leader. Teory kepemimpinan telah berkembang
sejak puluhan tahun yang lalu dan sudah banyak berbagai referensi dalam bentuk
beraneka macam mengenai topic ini yang dihasilkan dari berbagai penelitian.
Fungsi kepemimpinan dalam sebuah organisasi atau kelompok sangat penting karena
fungsi kepemimpinanlah sebuah organisasi dapat mencapai tujuannya melalui jalan
dan cara yang benar. Memahami dengan baik mengenai konsep kepemimpinan sangat
membantu seseorang dan organisasi bekerja lebih efektif dan efisien dalam
mencapai tujuan dan kondisi yang diinginkan.
Pembagian konsep kepemimpinan
dalam berbagai aspek telah banyak dilakukan oleh para peneliti dan ahli.
Pembagian style kepemimpinan yang paling dasar dan sekaligus mendasari
perkembangan klasifikasi kepemimpinan sampai saat ini adalah berdasarkan hasil
penelitian Lewin (1939). Beliau membagi style kepemimpinan menjadi 3 kategori
utama yaitu autocratic leadership, democratic leadership, dan delegative
leadership. Masing – masing kategorie ini mempunyai karakteristik dan ciri khas
yang membedakan antara satu dengan yang lainnya.
Beberapa pendapat para ahli
tentang kepemimpinan mengandung pengertian dan makna yang sama. Antara lain
dikemukakan oleh:
1.
Sutarto
Kepemimpinan adalah rangkaian kegiatan penataan berupa kemampuan
mempengaruhi perilaku orang lain dalam situasi tertentu agar bersedia
bekerja sama untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
2.
Sondang P. Siagian
Kepemimpinan adalah suatu kegiatan mempengaruhi orang lain agar
melaksanakan pekerjaan bersama menuju suatu tujuan tertentu.
3.
Ordway Tead
Kepemimpinan adalah aktifitas mempengaruhi orang-orang agar mau
bekerjasama untuk mencapai tujuan yang diinginkan.
4.
George Terry
Kepemimpinan adalah hubungan yang erat ada dalam diri orang atau
pemimpin, mempengaruhi orang-orang lain untuk bekerja sama secara
sadar dalam hubungan tugas untuk mencapai keinginan pemimpin.
5.
Franklin G. Mooore
Kepemimpinan adalah kemampuan membuat orang-orang bertindak
sesuai dengan keinginan pemimpin.
Gaya-Gaya Kepemimpinan:
1. Gaya Kepemimpinan Otokratis
Gaya ini kadang-kadang dikatakan
kepemimpinan terpusat pada diri pemimpin atau gaya direktif. Gaya ini ditandai
dengan sangat banyaknya petunjuk yang datangnya dari pemimpin dan sangat
terbatasnya bahkan sama sekali tidak adanya peran serta anak buah dalam
perencanaan dan pengambilan keputusan. Pemimpin secara sepihak menentukan peran
serta apa, bagaimana, kapan, dan bilamana berbagai tugas harus dikerjakan. Yang
menonjol dalam gaya ini adalah pemberian perintah. Pemimpin otokratis adalah
seseorang yang memerintah dan menghendaki kepatuhan. Ia memerintah berdasarkan
kemampuannya untuk memberikan hadiah serta menjatuhkan hukuman. Gaya
kepemimpinan otokratis adalah kemampuan mempengaruhi orang lain agar bersedia
bekerjasama untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan dengan cara segala
kegiatan yang akan dilakukan semata-mata diputuskan oleh pimpinan. Adapun
ciri-ciri gaya kepemimpinan otokratis adalah sebagai berikut:
• Wewenang mutlak terpusat pada
pemimpin
• Keputusan selalu dibuat oleh
pemimpin;
• Kebijakan selalu dibuat oleh
pemimpin;
• Komunikasi berlangsung satu
arah dari pimpinan kepada bawahan;
• Pengawasan terhadap sikap,
tingkah laku, perbuatan atau kegiatan para bawahannya dilakukan secara ketat;
• Tidak ada kesempatan bagi
bawahan untuk memberikan saran pertimbangan atau pendapat;
• Lebih banyak kritik dari pada
pujian, menuntut prestasi dan kesetiaan sempurna dari bawahan tanpa syarat, dan
cenderung adanya paksaan, ancaman, dan hukuman.
2. Gaya Kepemimpinan Demokratis
Gaya kepemimpinan demokratis
adalah kemampuan mempengaruhi orang lain agar bersedia bekerja sama untuk
mencapai tujuan yang telah ditetapkan dengan cara berbagai kegiatan yang akan
dilakukan ditentukan bersama antara pimpinan dan bawahan. Gaya ini
kadang-kadang disebut juga gaya kepemimpinan yang terpusat pada anak buah,
kepemimpinan dengan kesederajatan, kepemimpinan konsultatif atau partisipatif.
Pemimpin kerkonsultasi dengan anak buah untuk merumuskan tindakan keputusan
bersama. Adapun ciri-cirinya sebagai berikut:
a.Wewenang pemimpin tidak mutlak;
b.Pimpinan bersedia melimpahkan
sebagian wewenang kepada bawahan;
c. Keputusan dan kebijakan dibuat
bersama antara pimpinan dan bawahan;
d.Komunikasi berlangsung secara
timbal balik, baik yang terjadi antara pimpinan dan bawahan maupun sesama
bawahan;
e.Pengawasan terhadap sikap,
tingkah laku, perbuatan atau kegiatan para bawahan dilakukan secara wajar;
f. Prakarsa dapat datang dari
pimpinan maupun bawahan;
g. Banyak kesempatan bagi bawahan
untuk menyampaikan saran, pertimbangan atau pendapat; Tugas-tugas kepada
bawahan diberikan dengan lebih bersifat permintaan dari pada intruksi;
h.Pimpinan memperhatikan dalam
bersikap dan bertindak, adanya saling percaya, saling menghormati.
3. Gaya Kepemimpinan Delegatif
Gaya Kepemimpinan delegatif
dicirikan dengan jarangnya pemimpin memberikan arahan, keputusan diserahkan
kepada bawahan, dan diharapkan anggota organisasi dapat menyelesaikan
permasalahannya sendiri (MacGrefor, 2004). Gaya Kepemimpinan adalah suatu ciri
khas prilaku seorang pemimpin dalam menjalankan tugasnya sebagai pemimpin.
Dengan demikian maka gaya kepemimpinan seorang pemimpin sangat dipengaruhi oleh
karakter pribadinya. Kepemimpinan delegatif adalah sebuah gaya kepemimpinan
yang dilakukan oleh pimpinan kepada bawahannya yang memiliki kemampuan, agar
dapat menjalankan kegiatannya yang untuk sementara waktu tidak dapat dilakukan
oleh pimpinan dengan berbagai sebab. Gaya kepemimpinan delegatif sangat cocok
dilakukan jika staf yang dimiliki memiliki kemampuan dan motivasi yang tinggi.
dengan demikian pimpinan tidak terlalu banyak memberikan instruksi kepada
bawahannya, bahkan pemimpin lebih banyak memberikan dukungan kepada bawahannya.
4. Gaya Kepemimpinan Birokratis
Gaya ini dapat dilukiskan dengan
kalimat “memimpin berdasarkan peraturan”. Perilaku pemimpin ditandai dengan
keketatan pelaksanaan prosedur yang berlaku bagi pemipin dan anak buahnya.
Pemimpin yang birokratis pada umumnya membuat keputusan-keputusan berdasarkan
aturan yang ada secara kaku tanpa adanya fleksibilitas. Semua kegiatan hampir
terpusat pada pimpinan dan sedikit saja kebebasan orang lain untuk berkreasi
dan bertindak, itupun tidak boleh lepas dari ketentuan yang ada.
Adapun karakteristik dari gaya
kepemimpinan birokratis adalah sebagai berikut:
a.Pimpinan menentukan semua
keputusan yang bertalian dengan seluruh pekerjaan dan memerintahkan semua
bawahan untuk melaksanakannya;
b. Pemimpin menentukan semua
standar bagaimana bawahan melakukan tugas;
c.Adanya sanksi yang jelas jika
seorang bawahan tidak menjalankan tugas sesuai dengan standar kinerja yang
telah ditentukan.
5. Gaya Kepemimpinan Laissez
Faire
Gaya ini mendorong kemampuan anggota untuk mengambil inisiatif. Kurang
interaksi dan kontrol yang dilakukan oleh pemimpin, sehingga gaya ini hanya
bias berjalan apabila bawahan memperlihatkan tingkat kompetensi dan keyakinan
akan mengejar tujuan dan sasaran cukup tinggi. Dalam gaya kepemimpinan ini,
pemimpin sedikit sekali menggunakan kekuasaannya atau sama sekali membiarkan
anak buahnya untuk berbuat sesuka hatinya. Adapun ciri-ciri gaya kepemimpinan
Laissez Faire adalah sebagai berikut:
• Bawahan diberikan kelonggaran atau fleksibel dalam melaksanakan
tugas-tugas, tetapi dengan hati-hati diberi batasan serta berbagai produser;
• Bawahan yang telah berhasil
menyelesaikan tugas-tugasnya diberikan hadiah atau penghargaan, di samping
adanya sanksi-sanksi bagi mereka yang kurang berhasil, sebagai dorongan;
• Hubungan antara atasan dan bawahan
dalam suasana yang baik secara umum manajer bertindak cukup baik;
• Manajer menyampaikan berbagai
peraturan yang berkaitan dengan tugas-tugas atau perintah, dan sebaliknya para
bawahan diberikan kebebasan untuk memberikan pendapatannya.
6. Gaya Kepemimpinan Otoriter /
Authoritarian
Adalah gaya pemimpin yang
memusatkan segala keputusan dan kebijakan yang diambil dari dirinya sendiri
secara penuh. Segala pembagian tugas dan tanggung jawab dipegang oleh si
pemimpin yang otoriter tersebut, sedangkan para bawahan hanya melaksanakan
tugas yang telah diberikan.
Tipe kepemimpinan yang otoriter
biasanya berorientasi kepada tugas. Artinya dengan tugas yang diberikan oleh
suatu lembaga atau suatu organisasi, maka kebijaksanaan dari lembaganya ini
akan diproyeksikan dalam bagaimana ia memerintah kepada bawahannya agar
kebijaksanaan tersebut dapat tercapai dengan baik. Di sini bawahan hanyalah
suatu mesin yang dapat digerakkan sesuai dengan kehendaknya sendiri, inisiatif
yang datang dari bawahan sama sekali tak pernah diperhatikan.
7. Gaya Kepemimpinan Demokratis /
Democratic
Gaya kepemimpinan demokratis
adalah gaya pemimpin yang memberikan wewenang secara luas kepada para bawahan.
Setiap ada permasalahan selalu mengikutsertakan bawahan sebagai suatu tim yang
utuh. Dalam gaya kepemimpinan demokratis pemimpin memberikan banyak informasi
tentang tugas serta tanggung jawab para bawahannya. Tipe kepemimpinan
demokratis merupakan tipe kepemimpinan yang mengacu pada hubungan. Di sini
seorang pemimpin selalu mengadakan hubungan dengan yang dipimpinnya. Segala
kebijaksanaan pemimpin akan merupakan hasil musyawarah atau akan merupakan
kumpulan ide yang konstruktif. Pemimpin sering turun ke bawah guna mendapatkan
informasi yang juga akan berguna untuk membuat kebijaksanaan-kebijaksanaan
selanjutnya.
8. Gaya Kepemimpinan Karismatis
Kelebihan gaya kepemimpinan
karismatis ini adalah mampu menarik orang. Mereka terpesona dengan cara
berbicaranya yang membangkitkan semangat. Biasanya pemimpin dengan gaya
kepribadian ini visionaris. Mereka sangat menyenangi perubahan dan tantangan. Mungkin,
kelemahan terbesar tipe kepemimpinan model ini bisa di analogikan dengan
peribahasa Tong Kosong Nyaring Bunyinya. Mereka mampu menarik orang untuk
datang kepada mereka. Setelah beberapa lama, orang – orang yang datang ini akan
kecewa karena ketidak-konsisten-an. Apa yang diucapkan ternyata tidak
dilakukan. Ketika diminta pertanggungjawabannya, si pemimpin akan memberikan
alasan, permintaan maaf, dan janji.
9. Gaya Kepemimpinan Diplomatis
Kelebihan gaya kepemimpinan
diplomatis ini ada di penempatan perspektifnya. Banyak orang seringkali melihat
dari satu sisi, yaitu sisi keuntungan dirinya. Sisanya, melihat dari sisi
keuntungan lawannya. Hanya pemimpin dengan kepribadian putih ini yang bisa
melihat kedua sisi, dengan jelas! Apa yang menguntungkan dirinya, dan juga
menguntungkan lawannya. Kesabaran dan kepasifan adalah kelemahan pemimpin
dengan gaya diplomatis ini. Umumnya, mereka sangat sabar dan sanggup menerima
tekanan. Namun kesabarannya ini bisa sangat keterlaluan. Mereka bisa menerima
perlakuan yang tidak menyengangkan tersebut, tetapi pengikut-pengikutnya tidak.
Dan seringkali hal inilah yang membuat para pengikutnya meninggalkan si
pemimpin.
10. Gaya Kepemimpinan Otoriter
Tipe kepemimpinan yang otoriter
biasanya berorientasi kepada tugas. Artinya dengan tugas yang diberikan oleh
suatu lembaga atau suatu organisasi, maka kebijaksanaan dari lembaganya ini
akan diproyeksikan dalam bagaimana ia memerintah kepada bawahannya agar
kebijaksanaan tersebut dapat tercapai dengan baik. Di sini bawahan hanyalah
suatu mesin yang dapat digerakkan sesuai dengan kehendaknya sendiri, inisiatif
yang datang dari bawahan sama sekali tak pernah diperhatikan. Kelebihan model
kepemimpinan otoriter ini ada di pencapaian prestasinya. Tidak ada satupun
tembok yang mampu menghalangi langkah pemimpin ini. Ketika dia memutuskan suatu
tujuan, itu adalah harga mati, tidak ada alasan, yang ada adalah hasil. Langkah
– langkahnya penuh perhitungan dan sistematis.Dingin dan sedikit kejam adalah
kelemahan pemimpin dengan kepribadian merah ini. Mereka sangat mementingkan tujuan
sehingga tidak pernah peduli dengan cara. Makan atau dimakan adalah prinsip
hidupnya.
11. Gaya Kepemiminan Moralis
Kelebihan dari gaya kepemimpinan
seperti ini adalah umumnya Mereka hangat dan sopan kepada semua orang. Mereka
memiliki empati yang tinggi terhadap permasalahan para bawahannya, juga sabar,
murah hati Segala bentuk kebajikan ada dalam diri pemimpin ini. Orang – orang
yang datang karena kehangatannya terlepas dari segala kekurangannya. Kelemahan
dari pemimpinan seperti ini adalah emosinya. Rata orang seperti ini sangat
tidak stabil, kadang bisa tampak sedih dan mengerikan, kadang pula bisa sangat
menyenangkan dan bersahabat. Jika saya menjadi pemimpin, Saya akan lebih
memilih gaya kepemimpinan demokratis.Karena melalui gaya kepemimpinan seperti
ini permasalahan dapat di selesaikan
dengan kerjasama antara atasan dan bawahan. Sehingga hubungan atasan dan
bawahan bisa terjalin dengan baik.
12. Gaya Kepemimpinan
Administratif
Gaya kepemimpinan tipe ini
terkesan kurang inovatif dan telalu kaku pada aturan. Sikapnya konservatif
serta kelihatan sekali takut dalam mengambil resiko dan mereka cenderung mencari aman. Model kepemimpinan seperti ini
jika mengacu kepada analisis perubahan yang telah kita bahas sebelumnya, hanya cocok pada
situasi Continuation, Routine change, serta Limited change.
13. Gaya kepemimpinan analitis
(Analytical).
Dalam gaya kepemimpinan tipe
ini, biasanya pembuatan keputusan
didasarkan pada proses analisis,
terutama analisis logika pada setiap informasi yang diperolehnya. Gaya
ini berorientasi pada hasil dan menekankan pada rencana-rencana rinci serta
berdimensi jangka panjang. Kepemimpinan model ini sangat mengutamakan logika
dengan menggunakan pendekatan-pendekatan yang masuk akal serta kuantitatif.
14. Gaya kemimpinan asertif (Assertive).
Gaya kepemimpinan ini sifatnya
lebih agresif dan mempunyai perhatian yang sangat besar pada pengendalian
personal dibandingkan dengan gaya kepemimpinan lainnya. Pemimpin tipe asertif
lebih terbuka dalam konflik dan kritik. Pengambilan keputusan muncul dari
proses argumentasi dengan beberapa sudut pandang sehingga muncul kesimpulan
yang memuaskan.
15. Gaya kepemimpinan
entrepreneur.
Gaya kepemimpinan ini sangat
menaruh perhatian kepada kekuasaan dan hasil akhir serta kurang mengutamakan pada kebutuhan akan kerjasama. Gaya
kepemimpinan model ini biasannya selalu mencari pesaing dan menargetkan standar
yang tinggi.
16. Gaya Kepemimpinan Visioner
Kepemimpinan visioner, adalah
pola kepemimpinan yang ditujukan untuk memberi arti pada kerja dan usaha yang
perlu dilakukan bersama-sama oleh para anggota perusahaan dengan cara memberi
arahan dan makna pada kerja dan usaha yang dilakukan berdasarkan visi yang
jelas. Kepemimpinan Visioner memerlukan kompetensi tertentu. Pemimipin visioner
setidaknya harus memiliki empat kompetensi kunci sebagaimana dikemukakan oleh
Burt Nanus (1992), yaitu:
1.Seorang pemimpin visioner harus
memiliki kemampuan untuk berkomunikasi secara efektif dengan manajer dan
karyawan lainnya dalam organisasi. Hal ini membutuhkan pemimpin untuk
menghasilkan “guidance, encouragement, and motivation.”
2.Seorang pemimpin visioner harus
memahami lingkungan luar dan memiliki kemampuan bereaksi secara tepat atas
segala ancaman dan peluang. Ini termasuk, yang plaing penting, dapat
"relate skillfully" dengan orang-orang kunci di luar organisasi,
namun memainkan peran penting terhadap organisasi (investor, dan pelanggan).
3.Seorang pemimpin harus memegang
peran penting dalam membentuk dan mempengaruhi praktek organisasi, prosedur,
produk dan jasa. Seorang pemimpin dalam hal ini harus terlibat dalam organisasi
untuk menghasilkan dan mempertahankan kesempurnaan pelayanan, sejalan dengan
mempersiapkan dan memandu jalan organisasi ke masa depan (successfully achieved
vision).
4. Seorang pemimpin visioner
harus memiliki atau mengembangkan "ceruk" untuk mengantisipasi masa
depan. Ceruk ini merupakan ssebuah bentuk imajinatif, yang berdasarkan atas
kemampuan data untuk mengakses kebutuhan masa depan konsumen, teknologi, dan
lain sebagainya. Ini termasuk kemampuan untuk mengatur sumber daya organisasi
guna memperiapkan diri menghadapi kemunculan kebutuhan dan perubahan ini.
Dalam era turbulensi lingkungan
seperti sekarang ini, setiap pemimpin harus siap dan dituntut mampu untuk
melakukan transformasi terlepas pada
gaya kepemimpinan apa yang mereka anut.
Pemimpin harus mampu mengelola perubahan, termasuk di dalamnya mengubah
budaya organiasi yang tidak lagi kondusif dan produktif. Pemimpin harus
mempunyai visi yang tajam, pandai mengelola keragaman dan mendorong
terus proses pembelajaran karena
dinamika perubahan lingkungan serta persaingan yang semakin ketat.
17. Gaya Kepemimpinan Situasional
kepemimpinan situasional adalah
“a leadership contingency theory that focuses on followers readiness/maturity”.
Inti dari teori kepemimpinan situational adalah bahwa gaya kepemimpinan seorang
pemimpin akan berbeda-beda, tergantung dari tingkat kesiapan para pengikutnya. Pemahaman
fundamen dari teori kepemimpinan situasional adalah tentang tidak adanya gaya
kepemimpinan yang terbaik. Kepemimpinan yang efektif adalah bergantung pada
relevansi tugas, dan hampir semua pemimpin yang sukses selalu mengadaptasi gaya
kepemimpinan yang tepat. Efektivitas kepemimpinan bukan hanya soal pengaruh
terhadap individu dan kelompok tapi bergantung pula terhadap tugas, pekerjaan
atau fungsi yang dibutuhkan secara keseluruhan. Jadi pendekatan kepemimpinan situasional
fokus pada fenomena kepemimpinan di dalam suatu situasi yang unik. Dari cara
pandang ini, seorang pemimpin agar efektif ia harus mampu menyesuaikan gayanya
terhadap tuntutan situasi yang berubah-ubah. Teori kepemimpinan situasional
bertumpu pada dua konsep fundamental yaitu:tingkat kesiapan/kematanganindividu
atau kelompok sebagai pengikut dangaya kepemimpinan.
18. Kepemimpinan (Traits model of
ledership)
Kepemimpinan ini pada tahap awal
mencoba meneliti tentangwatak individu yang melekat pada diri para pemimpin,
seperti misalnya:kecerdasan,kejujuran, kematangan, ketegasan, kecakapan
berbicara, kesupelan dalam bergaul, statussosial ekonomi mereka dan lain-lain
(Bass 1960, Stogdill 1974). Pada umumnya studi-studi kepemimpinan pada tahap
awal mencoba meneliti tentang watak individu yang melekat pada diri para
pemimpin, seperti misalnya: kecerdasan, kejujuran, kematangan, ketegasan,
kecakapan berbicara, kesupelan dalam bergaul, status sosial ekonomi mereka dan
lain-lain. Terdapat enam kategori faktor
pribadi yang membedakan antara pemimpin dan pengikut, yaitu kapasitas,
prestasi, tanggung jawab, partisipasi, status dan situasi. Namun demikian
banyak studi yang menunjukkan bahwa faktor-faktor yang membedakan antara
pemimpin dan pengikut dalam satu studi tidak konsisten dan tidak didukung
dengan hasil-hasil studi yang lain. Disamping itu, watak pribadi bukanlah
faktor yang dominant dalam menentukan keberhasilan kinerja manajerial para
pemimpin. Hingga tahun 1950-an, lebih dari 100 studi yang telah dilakukan untuk
mengidentifikasi watak atau sifat personal yang dibutuhkan oleh pemimpin yang
baik, dan dari studi-studi tersebut dinyatakan bahwa hubungan antara
karakteristik watak dengan efektifitas kepemimpinan, walaupun positif, tetapi
tingkat signifikasinya sangat rendah.
19. Kepemimpinan Militeristik
Tipe pemimpin seperti ini sangat
mirip dengan tipe pemimpin otoriter yang merupakan tipe pemimpin yang bertindak
sebagai diktator terhadap para anggota kelompoknya.Adapun sifat-sifat dari tipe
kepemimpinan militeristik adalah: (1) lebih banyak menggunakan sistem
perintah/komando, keras dan sangat otoriter, kaku dan seringkali kurang
bijaksana, (2) menghendaki kepatuhan mutlak dari bawahan, (3) sangat menyenangi
formalitas, upacara-upacara ritual dan tanda-tanda kebesaran yang berlebihan,
(4) menuntut adanya disiplin yang keras dan kaku dari bawahannya, (5) tidak
menghendaki saran, usul, sugesti, dan kritikan-kritikan dari bawahannya, (6)
komunikasi hanya berlangsung searah.
Sumber :
https://www.kompasiana.com/rudisalamsinulingga/54f79ceca33311df1d8b4583/gaya-gaya%20kepemimpinan
Komentar
Posting Komentar